• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Staf PSAT BPPT Mengikuti Program Pelatihan Pemuda Tranformasi Digital Kemenpora

 Staf Pusat Sistem Audit Teknologi BPPT ikut serta dalam serangkaian acara program pelatihan pemuda tranformasi digital. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dilakukan secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Program pelatihan pemuda tranformasi digital diselenggarakan sejak 29 Septermber 2020 hingga 1 Oktober 2020. Pusat Sistem Audit Teknologi diwakili oleh Ardhy Yuliawan selaku staf perekayasa bidang Teknik Industri.

Pembukaan Program Pemuda Transformasi Digital Batch 2 pada hari pertama dibuka secara langsung oleh Drs. I Gusti Putu Raka Pariana, M.Pd, selaku Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda
 serta  Prof. Dr. Faisal Abdullah, SH, M.Si, DFM selaku Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda. Selanjutnya pada materi pertama disampaikan oleh Bapak Tuhu Nugroho selaku pengajar di LSPR (London School of Public Relation). Beliau menyampaikan terkait digital mindset yang perlu dimiliki oleh setiap pemuda.

1.Pertama adalah aglity Kemampuan untuk beradaptasi pada perubahan. Terkait survial, challenge atau tantangan apa lagi kedepannya. Kita dituntut untuk selalu berubah.

2.Kedua adalah interpersonal skill : Dibutuhkan kemampuan orang yang punya kemampuan untuk interaksi. Bagaimana orang percaya , nyaman dalam kerjasama dengan kita. Kedepannya collaborative, mungkin sekali karena adanya teknologi. Kemampuan empati / memahami orang lain sangat penting.

3.Longlife learner : Belajar skill baru, kemampuan baru dll. Kalau tidak, anda akan tidak relevan atau kalah. Update akan selalu laku. Social media, digital transformasion. Setiap 6 bulan harus belajar hal baru.

4.Tech Savviness : Orang yang mau mencoba teknologi baru.

5.Data literacy atau kemampuan membaca data. Membedakan manusia dengan robot.

6.Creativity dan innovation : Inovasi butuh imajinasi. Tidak sekedar tau Biologi dan Matematika.

7.Digital dan coding skill : Belajar bukan untuk jadi programmer, tapi menyelesaikan masalah.

8.Leadership : Kemampuan organisasi, dan memimpin.

9.Problem solving : Keluhan dari asosiasi industri, kualitas SDM tidak sesuai. Problem solving di karyawan tidak ada. Berikan alternatif solusi. Jika Bos punya anak buah yang membawa masalah tanpa solusi ya susah.

10.Cross culture understanding : Pemahaman lintas budaya. Punya kompetitor dari seluruh dunia, berkolaborasi. Bikin bordernya, memungkinkan dengan digital lintas negara. Mesin tidak bisa berempati dan membangun trust.

 Selanjutnya pembicara kedua disampaikan oleh Alya Laksono selaku staf ahli Kementerian Pemuda & Olahraga. Beliau menyampaikan terkait pemuda kreatif di era digital. Menurut alya, anak muda dibutuhkan, tempat dan platformnya ada. Contoh fleksibelnya anak muda di Pemerintahan. Instagram lebih bisa share isu dan kesimpulannya seperti apa. Hal yang berhubungan sama DPR dishare. Aspirasi rakyat apa yang mereka bawa ke senayan. Interact sama masyarakat yang mewakili. 


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT