• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Staf PSAT BPPT Mengikuti Forum Fungsional B2TKE BPPT

Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT menyelenggarakan forum fungsional yang turut mengundang Pusat Sistem Audit Teknologi (PSAT) BPPT. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Maret 2019 di Ruang Serbaguna B2TKE, Gedung 620 Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan. Pada pelaksanaannya, kegaitan forum fungsional dibagi menjadi tiga  sesi. Pada sesi pertama disampaikan oleh Prof.Edvin Aldrian dengan judul paparan 'Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang Baik dan Benar Serta Kiat-Kiat Lolos Mengirim Tulisan di Jurnal Berindeks'. Kemudian pada sesi kedua disampaikan oleh Bapak Suyanto dengan judul paparan 'Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Skala Kecil di Indonesia'. Selanjutnya pada sesi ketiga disampaikan oleh Bapak Dr. Ir. Cahyadi, M.Kom dengan judul paparan 'Energy Efisiensi di PLTU Batubara - PLTU Superkritikal'.

Sesi Pertama - Prof.Edvin Aldrian 'Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang Baik dan Benar Serta Kiat-Kiat Lolos Mengirim Tulisan di Jurnal Berindeks.'

Struktur penulisan paper ilmiah terdiri dari:

1. Judul Intisari dari seluruh isi tulisan. Harus singkat, jelas, lugas dan tidak memiliki arti ganda. Di dalam penulisan judul itu hindari pemakaian waktu, tempat dan jenis penelitian. Dan dibuat nya di akhir penelitian, karena jika dibuat di awal masih ada kemungkinan juduk tersebut bisa berubah-ubah.

2. Abstrak  Rangkaian isi paper namun berbeda dengan kesimpulan. Abstrak ini merupakan penggabungan antara pendahuluan, metode, dan kesimpulan.

3. Kata kunci  Penting keberadaannya, merupakan ringkasan kecil tentang penelitian. Biasanya terdiri dari 5 buah kata.
4. Pendahuluan Dibuat setelah selesai membuat pembahasan. Tidak boleh lebih dari 30%. Akhir dari pendahuluan merupakan tujuan dari penelitian.
5. Data dan metode  Data, metode dan analisa dibuat setelah pembahasan.
6. Hasil dan pembahasan  Batang tubuh, intisari. Hasil itu implikasinya apa, dibahas bagaimana metode tersebut, apa yang kurang dari hasil/ penelitian tersebut.
7. Kesimpulan Rangkuman dari apa yang dilakukan. Permasalahan apa yang masih belum tuntas dan kelanjutan dari tulisam tersebut apa (bisa masuk kedalam saran). Dibuat setelah pendahuluan, metode, dan pembahasan.

8. Daftar pustaka Harus merata dalam artian pustaka jangan hanya ada di dalam pendahuluan saja, tapi juga ada di dalam hasil dan pembahasan. Bisa bandingkan hasil penelitian kita dengan yang lain.
9. Gambar dan tabel Gambar yang dikeluarkan yang sangat penting saja, gambarnya komposit (jadi ada 2 atau lebih hal berbeda digabung). Gambar harus sederhana, konsisten, rekursif, kontras warna/ gradasi garis.
Biasanya di dalam gambar/grafik terdapat beberapa data, biasakan untuk data utama itu diisi oleh garis yang solid sedangkan data pembanding lainnya bisa menggunakan titik-titik. Jika terdapat lebih dari 1 grafik, buat skala yang sama jangan berbeda-beda.
10. Pemakaian referensi ilmiah Biasakan mengacu pada referensi primer.

Selain memaparkan struktur penullisan paper ilmiah, Prof.Edvin Aldrian juga memaparkan terkait kiat-kiat menulis jurnal berindeks global:

  • Siapkan novelty yang akan ditampilkan sekitar 5 buah
    Hubungkan antar novelty dan temukan novelty baru jika memungkinkan.
    Cari signifikansi, kebaruan proses, lingkungan dan metode.
    Melakukan cut dan paste boleh tetapi pada akhirnya struktur kalimatnya masih harus diubah /  rephrase  untuk menghindari plagiarism.
    Penterjemahan juga dapat dilakukan degan hal serupa.
    Masukkan jurnal kedalam reputasi tertinggi terlebih dahulu (jika ditolak, kita bisa menggunakan hasil review dan reviewer untuk bahan revisi).
    Pilih reviewer dari orang yang dipercaya dan pernah berhubungan sebelumnya.
    Setiap menerima review agar dilakukan response jawaban pd setiap permintaan reviewer.
  • Bangunlah dan perbanyak jaringan
    Bekerja dengan tim baru yang lebih produktif
    Eksplorasi ke hal dan bidang baru
    Terus belajar hal baru

Sesi Kedua - Bpk.Suyanto 'Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Skala Kecil di Indonesia'

Kondisi saat ini, teknologi konversi panas bumi di Indonesia masih 100% berasal dari luar. Total potensi panas bumi adalah lebih dari 28 Giga Watt dan yang terpasang saat ini adalah 1924 MW. Teknologi yang dikembangkan yakni flash steam 3 MW Kamojang dan Brine (hot water) BC 500kW Lahendon.

Sesi Ketiga - Dr. Ir. Cahyadi, M.Kom 'Energy Efisiensi di PLTU Batubara - PLTU Superkritikal'

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara masih mendominasi pembangkit listrik. Pada tahun 2015, PLTU mencapai 50%. Strategi pada PLTU batu bara diantaranya 1) Pembangunan PLTU mulut tambang, 2) Pembangunan PLTU superkritikal/ultra superkritikal 3) Energy efisiensi di PLTU batubara existing dan 4) Teknologi coal drying/upgrading. Kinerja PLTU batubara dilihat dari heat rate-nya. Dimana heat-rate adalah efisiensi pembangkit listrik. Jadi jika ingin membandingkan beberapa PLTU batubara, tinggal bandingkan saja heat-ratenya. Jenis PLTU terdiri dari 1) Sub-kritikal (SBC) 2) Superkritikal 3) Ultra superkritikal (USC) dan 4) A-Ultra superkritikal (AUSC).

Notulis : Diagnosa Fenomena, S.Kom. & Sri Wijayanti, S.Stat.

Penanggung Jawab : Ardhy Yuliawan, S.T.

 


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT