• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Staf PSAT BPPT Mengikuti Factory Visit PT Garam Secara Daring

 

Pusat Sistem Audit Teknologi BPPT sebagai anggota flagship Garam Industri pada tanggal 19 Desember 2020 mengikuti serangkaian acara factory visit di PT Garam secara virtual. Pelaksanaan factory visit yang diselenggarakan secara virtual bertujuan untuk meminimalisir kontak serta adanya kerumunan pengunjung. Kegiatan flagship garam industri merupakan bagian alih teknologi BPPT ke PT Garam. Upaya ini merupakan salah satu langkah stakeholder melakukan hilirisasi. Tujuan dari pelaksanaan flagship yakni melaksanakan proyek arah strategis nasional dan peningkatan kualitas garam rakyat menjadi garam industri. Sampai saat ini, parameter garam industri sudah dicapai. Garam Industri merupakan prioritas riset nasional. Harapannya semoga teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan, berdaya guna. Tujuan alih teknologi ini yakni dalam rencana besarnya mencoba untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas garam rakyat. Sebagai informasi, pilot project yang sudah terinstall memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun.

 

Seperti terlihat pada gambar diatas, material bahan baku PT Garam berupa bulk material. Kualitas bulk/curah material dikategorikan menjadi K1, K2, dan K3. Tingkat  kualitas dibedakan berdasarkan prosentase zat pengotor yang ada di dalamnya.  Pada proses material handling, bahan baku yang berupa bulk material dimasukkan kedalam Hopper (T-1) kemudian terdistribusi secara merata pada Belt Scale Conveyor (C-1). Antara Hopper dan Conveyor, dilengkapi peralatan saringan magnetik yang berguna untuk menangkap zat pengotor. Kapasitas aliran material handling dapat mencapai 5,5 ton per jam.

Kemudian, bulk material dilakukan crafting atau istilahnya ditumbuk menggunakan mesin Crusher. Setelah ditumbuk, kemudian material masuk kedalam Wet Mill untuk dicairkan dan dicuci kedalam Screw Classifier. Ada satu inovasi pada proses ini, yakni pencucian menggunakan air drain sehingga losses tidak banyak. Setelah itu, dilakkukan penurunan konsentrasi impurities untuk meningkatkan kemurnian sesuai kebutuhan melalui mesin Hydrocyclone.

Kemudian setelah dilakukan pemurnian, bulk material masuk kedalam mesin Pusher Centrifuger, konsepnya seperti mesin cuci namun bedanya dilakukan secara kontinyu. Melalui mesin ini, terjadi pemisahan garam dan air. Garam masuk ke Fluidized Bed Dryer sedangkan air masuk kedalam bak penampungan (Brine Pond) untuk diproses kembali pada awal. Teknologi yang digunakan oleh BPPT pada mesin Fluidized Bed Dryer merupakan teknologi terbaru karena terdapat kombinasi getar. Selain itu juga dilengkapi peralatan dotting untuk menambahkan yodium atau campuran lain. Tujuannya agar garam tidak mudah menggumpal serta garam menjadi kering serta bersifat hidroskopis. Material selanjutnya masuk ke mesin Strainer (Saringan filter), tujuannya memisahkan ukuran besar dan kecil. Pada bagian atas terdapa Cyclone untuk menangkap debu garam. Ukuran besa dari Strainer digiling kembali, kemudian jika sudah sesuai ukurannya dilakukan proses pengepakan menggunakan Mesin Packaging secara otomatis menimbang 50 kg per karung.

PT Garam memiliki 100 tenaga kerja untuk 3 shift selama 24 jam. Formulasi sudah siap, tinggal melakukan cloning sesuai arahan Presiden Joko Widodo ke 13 wilayah yang diusulkan. Peralatan dan permesinan untuk pilot project sebagian masih impor, namun secara beriringan BPPT sudah diskusi dengan PT Barahta untuk memproduksi dan melakukan alih teknologi peralatan permesinan berdasarkan desain dari BPPT.


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT