• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Staf PSAT BPPT Memberikan Paparan Pada Rapat Pengembangan Bisnis Technopark Bantaeng

Tim WBS Penguatan Bisnis Program Pengembangan Kawasan Technopark Bantaeng menyelenggarakan sharing knowledge dengan mengundang beberapa pegawai yang telah melakukan pemetaan lokasi di Kab. Bantaeng.

1. Sharing Knowledge: Proses Inkubasi Bisnis Teknologi oleh Teguh Dwi Cahyanto, S. Kom, M.P.

o    Terdata 7 Calon tenant yang berpotensi menjadi PPBT di Bantaeng 

o    Proses inkubasi di Kawasan Technopark Bantaeng akan dilakukan dengan kerjasama bersama PLUT-KUMKM.

2. Sharing Knowledge: Proses Bisnis Existing Implementasi E-Benih oleh Ardhy Yuliawan, S.T.

o    Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan dua kategori yaitu preferensi aplikasi android dan pemetaan infrastruktur untuk mendukung e-benih. Hasil yang didapatkan yaitu semua responden sudah mengoperasikan android dengan kebanyakan sudah menggunakannya untuk bersosial media dan chatting. Penggunaan aplikasi E-commerce (bukalapak) sudah banyak yang menggunakan meskipun hanya untuk memantau harga, dimungkinkan karena ongkos kirimnya yang terlalu mahal. Preferensi aplikasi android dapat diterapkan oleh user di Kabupaten Bantaeng. Infrastruktur memiliki beberapa permasalahan , jaringan komunikasi dan informasi tidak ada masalah bila menggunakan telkomsel dan oredoo, fasilitas  bank sudah banyak (BRI dan BNI) namun belum ada responden yang menggunakan mobile bangking. Kondisi saat ini pengiriman melalui jasa ekspedisi untuk benih terkendala sertifikasi BPSB dan packaging khusus untuk benih sehingga selama ini pengiriman benih menggunakan pick up.
o    Perlunya jaminan benih bersertifikasi bila diterapkan E-benih. Perlu urgensi yang tepat mengapa perlu apps E-benih. Keunggulannya E-benih dapat mengakomodir penjualan benih/ bibit sehingga cara kerja apps E-benih akan disesuaikan/ berbeda dengan e-commerce yang sudah ada seperti bukalapak. Satu atau dua tahun perlu mendampingi ekosistem agar sistemnya berjalan.

Notulis : Winda Nawfetrias, S.P


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT