• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Technology Watch Series : Ubiquitous Computing (UbiComp)


Image
Ubiquitous Computing (UbiComp) atau dapat disebut komputasi pervasive, adalah suatu trend yang berkembang dari menanamkan kemampuan komputasi pada objek yang dipakai sehari – hari untuk mempermudah pengguna dimana setiap “komputer” dapat berkomunikasi secara efektif dan meminimalisir interaksi pengguna dengan komputer. Tidak seperti komputasi desktop, UbiComp dapat melakukan proses komputasi pada semua alat (device), setiap saat, dimana saja, dan dalam format data apapun, dan dapat berinteraksi dengan alat lain untuk menjalankan tugasnya selama terhubung dalam jaringan. Konsep UbiComp sendiri awalnya dicetuskan oleh Mark Weiser pada tahun 1988. Weiser mendeskripsikan konsepnya sebagai berikut:

”Ubiquitous Computing adalah metode pengingkatan daya guna komputer dengan membuat banyak komputer tersedia pada lingkungan fisik, namun membuatnya tidak tampak oleh pengguna” Ide dasar ini dilatarbelakangi oleh sejumlah pengamatan dan studi di PARC terhadap komputer desktop dimana pengguna harus tetap berkonsentrasi pada komputer desktop yang mereka gunakan untuk menyelesaikan suatu tugas. Menurut Weiser dengan adanya Ubiquitos Computing memungkinkan ratusan alat (device) terhubung dan komputer mejadi lebih tertanam (embedded) pada suatu alat. Sehingga pengguna dapat menggunakannya tanpa memikirkan dan menyadarinya dimana sangat membantu untuk melakukan aktivitas lain tanpa pengguna menyentuh langsung aktivitas tersebut.

Contoh Ubiquitous Computing yang cukup sering terdengar dan digunakan pada saat ini adalah pada smart home dimana seluruh aktivitas alatnya dapat bekerja tanpa perlu sentuhan langsung dari pengguna, misalnya saat kita ingin mematikan lampu, tidak perlu lagi untuk mematikan saklar lampu, namun dengan penggunaan suara atau dengan bantuan smartphone. Selain alat pada smart home, ada beberapa contoh lain seperti:
- Google NEST (dulu Google Home)
- Smartwatch (Jam Pintar)
- Smart Speaker (Speaker Pintar)
- Self Driving Cars (Mobil Self – Driving)
- Smart Bulbs (Lampu Pintar)
- Smart Door/Locks (Pintu/Kunci Pintar)

Technology Watch Series kali ini akan mengulas beberapa contoh penggunaan Ubiquitous Computing pada kegiatan sehari – hari.
Pertama adalah Smartwatch. Penemu awal jam pintar ini adalah Steve Mann dimana Steve merancang dan mengembangkan jamtangan Linux pertama pada tahun 1998 sedangkan jam pintar pertama yang dapat melakukan panggilan adalah jam pintar
yang diproduksi oleh Samsung dimana penggunaannya untuk system operasi Andorid pada tahun 1999. Tahun 2000, IBM mengeluarkan produk jam pintar pertamanya yang diberi nama WatchPad. Produk ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuannya sehingga pada tahun 2001 WatchPad 1.5 dirilis dengan fitur akselerometer, fingerprint sensor, dengan spesifikasi dapat beroperasi pada system operasi Linux 2.2, ukuran layer 320 x 240 QVGA, Bluetooth, RAM 8MB, dan 16MB penyimpanan flash.

Kedua adalah Smart Speaker. Beberapa dari kita mungkin pernah berinteraksi dengan voice assistant seperti Siri, Alexa, Google, baik dari smartphone ataupun device lain. Setiap smart speaker memiliki “wake word” sesuai dengan algoritma yang ditanamkan pada alat tersebut. Ketika kita “berbicara”
dengan smart speaker, alat ini akan menerjemahkan ucapan tersebut dan mengirimkan umpan balik melalui smart speaker. Smart speaker sendiri mulai berkembang pesat pada tahun 2010-an hingga saat ini dimana smart speaker merupakan salah satu komponen yang tidak terlepas dari bagian smart home.

Ketiga adalah Mobil Self – Drive atau kendaraan otonom. Ide kendaraan yang dapat bergerak sendiri telah ada dari tahun 1920-an, dimana pada saat itu dikembangakan eksperimen kendaraan menggunakan remote control. Pada tahun 1980-an, di Universitas Carnegie Mellonlah mobil otonom pertama dikembangkan dan benar – benar melaju secara layak dijalan raya pada perlombaan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) pada tahun 2004, 2005, dan 2007. Pada awal 2014, Tesla Motors mengimplementasikan autopilot ke dalam kendaraan listrik mereka dan kamera serta ultrasonic sensor yang dikembangkan tim Tesla berhasil memprediksi tabrakan dengan tingkat akurasi 76% dan berhasil melakukan pencegahan tabrakan lebih dari 90%. Beberapa keuntungan yang kita dapatkan dengan penggunaan ada adanya kendaraan otonom ini antara lain:
Pertama adalah Smartwatch. Penemu awal jam pintar ini adalah Steve Mann dimana Steve merancang dan mengembangkan jam tangan Linux pertama pada tahun 1998 sedangkan jam pintar pertama yang dapat melakukan panggilan adalah jam pintar yang diproduksi oleh Samsung dimana penggunaannya untuk system operasi Andorid pada tahun 1999. Tahun 2000, IBM mengeluarkan produk jam pintar pertamanya yang diberi nama WatchPad. Produk ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuannya sehingga pada tahun 2001 WatchPad 1.5 dirilis dengan fitur akselerometer, fingerprint sensor, dengan spesifikasi dapat beroperasi pada system operasi Linux 2.2, ukuran layer 320 x 240 QVGA, Bluetooth, RAM 8MB, dan 16MB penyimpanan flash.

Pada era ini, smartwatch bukan lagi suatu hal yang asing, namun menjadi kebutuhan beberapa orang, terlebih untuk pengguna yang membutuhkan fitur Kesehatan karena hamper semua smartwatch mampu mendeteksi detak jantung, jumlah Langkah per hari, dan besaran kalori yang terbuang berdasarkan aktivitas yang dilakukan.

Kedua adalah Smart Speaker. Beberapa dari kita mungkin pernah berinteraksi dengan voice assistant seperti Siri, Alexa, Google, baik dari smartphone ataupun device lain. Setiap smart speaker memiliki “wake word” sesuai dengan algoritma yang ditanamkan pada alat tersebut. Ketika kita “berbicara”
dengan smart speaker, alat ini akan menerjemahkan ucapan tersebut dan mengirimkan umpan balik melalui smart speaker. Smart speaker sendiri mulai berkembang pesat pada tahun 2010-an hingga saat ini dimana smart speaker merupakan salah satu komponen yang tidak terlepas dari bagian smart home.

Ketiga adalah Mobil Self – Drive atau kendaraan otonom. Ide kendaraan yang dapat bergerak sendiri telah ada dari tahun 1920-an, dimana pada saat itu dikembangakan eksperimen kendaraan menggunakan remote control. Pada tahun 1980-an, di Universitas Carnegie Mellonlah mobil otonom pertama dikembangkan dan benar – benar melaju secara layak dijalan raya pada perlombaan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) pada tahun 2004, 2005, dan 2007. Pada awal 2014, Tesla Motors mengimplementasikan autopilot ke dalam kendaraan listrik mereka dan kamera serta ultrasonic sensor yang dikembangkan tim Tesla berhasil memprediksi tabrakan dengan tingkat akurasi 76% dan berhasil melakukan pencegahan tabrakan lebih dari 90%. Beberapa keuntungan yang kita dapatkan dengan penggunaan ada adanya kendaraan otonom ini antara lain:
1.Lebih sedikit/mengurangi tingkat kecelakaan
2.Mengurangi atau bahkan sepenuhnya menghilangkan kemacetan lalu lintas
3. Meningkatkan kapasitas jalan raya
4. Mengurangi konsumsi bahan bakar
5. Tidak perlu kesulitan mencari lahan parker
6. Meningkatkan produktivitas manusia
7. Peningkatan mobilitas bagi anak – anak, orang tua, dan orang berkebutuhan khusus 8. Peningkatan batas kecepatan karena antar kendaraan mampu berkomunikasi 9. Mobil lebih ringan dan lebih serbaguna

Keempat adalah smart bulbs atau lampu pintar. Bagi beberapa orang yang memiliki rumah dengan fitur smart home, pasti tidak terlepas dengan smart bulbs atau lampu pintar. Lampu pintar sendiri dapat bekerja dengan menggunakan aplikasi pada smartphone ataupun device tambahan (smart speaker). Selain mempermudah pengguna tanpa perlu menekan saklar
teknologi ini mampu menghemat daya karena lampu dirumah dapat dikendalikan dari mana saja dan menghindari pemborosan daya.

Kelima adalah smart door/locks atau pintu dan kunci pintar . Salah satu komponen selain lampu pintar dan dan smart speaker dalam smart home, ada pula pintu dan kunci pintar. Teknologi ini mampu menurunkan kemungkinan orang yang tidak dikehendaki mengakses suatu ruangan atau rumah. Beberapa fitur dari smart door/lock antara lain penguncian berbasis sidik jari (fingerprint), berbasis PIN, bluetooth, dan kartu akses. Smart door tidak dapat diakses oleh orang yang tidak memiliki akun atau autorisasi pada alat tersebut.
Masih banyak penerapan Ubiquitous Computing dalam kehidupan sehari – hari bahkan mungkin tidak kita sadari. Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi akan semakin maju berkembang pesat dimana teknologi – teknologi ini akan banyak membantu berbagai kegiatan dan pekerjaan manusia kedepannya.

Tentang Penulis

Aprilia
Aprilia Nur A'ini, S.Kom merupakan personil Pusat Sistem Audit Teknologi dengan kelompok keahlian bidang Teknik Informatika lulusan Universitas Jenderal Soedirman.

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT