Print

Telusur : Puncak dan Lembah


Image

Liverpool merupakan salah satu tim tangguh di Eropa. Tim ini pernah menjuarai enam kali Liga Champion, liga paling bergengsi di Benua Biru. Hanya tim elit yang mampu menempuh pencapaian tersebut. Terakhir pada musim 2018/2019, Liverpool membawa tropi Liga Champion ke Anfield. Kemenangan tersebut begitu sempurna, ketika musim berikutnya (2019/2020) mereka menjadi juara Premier League, setelah penantian panjang selama 30 tahun. Lengkap sudah kedigdayaan mereka.

Tetapi pada musim kompetisi tahun 2020/2021 ini, mereka seolah mengalami titik balik. Diawali dengan dibantai oleh tim yang tahun lalu nyaris terdegradasi, Aston Villa, dengan skor mengerikan 7-2. Dari 28 pertandingan yang telah mereka selesaikan, hanya 12 kali menang, 7 kali seri dan 9 kali kalah. Yang paling menyakitkan, enam kekalahan terjadi di kandang sendiri. Anfield yang sebelumnya begitu sangar dan garang, kini hanyalah tempat eksebisi untuk mencapai kemenangan bagi klub papan menengah dan bawah seperti Burnley dan Brighton, bahkan bagi tim yang baru promosi, Fulham.

Mengapa Liverpool dalam waktu sekejap berubah dari klub yang begitu tangguh menjadi klub yang jadi mainan anak bawang? Apakah karena faktor pelatih, Jürgen Norbert Klopp yang sudah kehilangan mantra kesaktiannya, ataukah karena trisula Firmansah (Roberto Firmino, Saido Mane dan Mohamed Salah) yang sudah tidak bertaji, ataukah karena tidak ada lagi gema di Anfield yang meneriakan, “You'll never walk alone!" setelah dibantai virus covid-19, sehingga Kapten, Jordan Henderson harus sering tertunduk ketika masuk ruang ganti?. Biarlah pihak Manajemen Liverpool dan para analis sepakbola yang melakukan pengkajian.

Kondisi Liverpool juga dialami para jawara di bidang lainnya seperti IBM, Nokia, Yahoo, GM, atau Kodak, bahkan negara seperti Uni Soviet. Mereka pernah berkuasa, kini hanya tinggal puing-puing kecil belaka.

Untuk kelembagaan negara di Indonesia, MPR pernah bertahta sebagai satu-satunya “Lembaga Tertinggi Negara”. Namun, ketika banyak anak muda naik ke atap gedung parlemen, dengan teriakan “reformasi”, maka Amandemen UUD 1945, menganti posisi MPR menjadi hanya”Lembaga Tinggi Negara”, yang sederajat dengan DPR, DPD, MA, MK,BPK dan Presiden.

Begitu juga dengan partai politik, Golkar misalnya pernah berkuasa selama 32 tahun masa Orde Baru, dengan perolehan suara yang selalu di atas 2/3 kursi parlemen. Kini kursi mereka tidak sampai 15%, di bawah PDIP bahkan Partai Demokrat.

Tulisan singkat ini tidak membahas mengenai mengapa tiba-tiba suatu organisasi, atau lembaga berubah, dari posisi puncak kemudian menukik ke bawah, hanya dalam waktu sekejap. Atau bagaimana strategi, taktik, atau upaya agar organisasi tetap bertahan dalam kedigdayaan mereka. Terus terang, lahan dan kapasitasnya tidak memadai.

Tulisan ini hanya menggambarkan, bahwa dalam kehidupan selalu ada dua sisi: puncak-lembah, menang-kalah, suka-duka, bahagia-derita. Semuanya akan terjadi dan harus dinikmati. Nikmatilah ketika menjadi juara, begitu juga nikmati saat gagal terhempas. Kenikmatan mendengar lagu bahagia, “Pantun Cinta” sama nikmatnya mendengar lagu “Kegagalan Cinta”. Rhoma Irama mampu menyajikan kebahagiaan dan kepedihan dalam kadar kenikmatan yang sama.

Oleh karena itu, bagi yang pernah jawara dan berada di tampuk kekuasaan, waspadalah. Tidak lama lagi akan mengalami perubahan. Hidup terus berputar, tidak ada yang abadi. Semua datang dan pergi silih berganti. Kadang berada di puncak, sering juga berada di lembah. nikmatilah keduanya. Jangan merasa diri paling perkasa. Begitu juga, jangan putus asa ketika gagal, apalagi sampai gantung diri di pohon cabai….

Tentang Penulis

Aprilia
Dr. Ir. Asep Husni Yasin, M.M merupakan personil Pusat Sistem Audit Teknologi dengan kelompok keahlian bidang manajemen. Pendidikan strata 1 beliau ditempuh di Institut Teknologi Bandung dengan bidang studi Teknik Fisika. Sedangkan pendidikan magister beliau ditempuh dengan bidang manajemen. Kemudian beliau melanjutkan ke pendidikan Doktor di Institut Pertanian Bogor. Saat ini beliau menjabat jabatan fungsional sebagai Ahli Peneliti Utama. Beliau juga produktir dalam menerbitkan buku pada bidang manajemen teknologi.