Print

Telusur : Intelegensi Artifisial (IA)


Image

Kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”.

Dalam Raker BPPT tahun 2021, Bapak Presiden Joko Widodo menyatakan “Siapa yang menguasai IA, dia yang akan berpotensi menguasai dunia”. Kita tertinggal dalam membangun industri komponen berbasis teknologi tinggi dalam rangka kemandiran teknologi. Terlalu besar dana yang dibutuhkan untuk menyediakan komponen tersebut dan tidak ekonomis karena pasarnya sangat terbatas.

Salah satu cara yang efektif, efisien agar menguasai dunia, menguasai ekonomi, mandiri dalam bidang keamanan negara dan berdaya saing yaitu dengan memgembangan kemampuan SDM untuk menguasai IA pada bidang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

IA menjadi sentra (pusat) pengendali suatu proses untuk menghasilkan suatu produk. Produk berbasis IA meliputi berbagai bidang antara lain kesehatan, pertanian, pemasaran dan juga bidang keamanan IT.  Sistim produksi atau proses pengolahan bahan/data secara manual akan bergeser menuju pemanfaatan IA.

Lompatan mengusai IA sudah menjadi suatu keharusan yang perlu segera dipersiapkan, generasi muda kita pasti mampu mengintegrasikan produk dari komponen dari luar negeri dengan sistim IA. IA akan menghasilkan produk teknologi yang dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambah yang tinggi.

Menguasai IA sama dengan menguasai produk yang mampu berdaya saing meskipun tidak memiliki industri komponennya, saat ini banyak komponen dijual bebas akan tetapi IA tidak dijual bebas. Untuk itu mengembangkan dan menerapkan IA harus segera dilakukan di berbagai bidang teknologi. Memasuki era industri 4.0 hampir semua produk mengarah ke sistem IA. Indonesia harus meningkatkan kemampuan SDM untuk dapat menguasai, mengendalikan, mengoperasikan, memanfaatkan dan mengembangkan produk IA

agar mampu menghasilkan produk yang dapat bersaing secara global.

Salah satu karya anak bangsa yang menerapkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) adalah produk yang dihasilkan oleh start-up  Nodeflux. Perusahaan ini menyediakan solusi teknologi pengenalan wajah di CCTV dan terhubung dengan  database  kependudukan. Contoh lain produk IA karya anak bangsa adalah Notulite yang merupakan sebuah inovasi baru bagaimana voice atau suara diubah dalam waktu cepat dan tepat ke bentuk teks dengan akurasi sangat tinggi. Notulite memiliki sistem transkripsi otomatis bahasa Indonesia yang cepat, akurat dan ekonomis.

Beberapa teknologi telah dikuasai anak bangsa seperti charge baterai cepat, energi terbarukan, charge baterai tanpa kabel, pemberian makan yang tepat pada ternak dan budidaya perikanan serta pemupukan yang tepat pada pertanian perlu didukung oleh IA agar lebih efisien, ekonomis dan dapat meningkatkan daya saing dan nilai tambah.

Saatnya memburu inovasi dan bekerjasama dengan talenta muda yang memiliki kemampuan bidang IA, yang telah mereka kembangkan secara otodidak, kearah yang positif, seperti mengembangan IA untuk keperluan teknologi tinggi bidang keamanan negera, bidang pertanian, bidang perikanan, bidang pertambangan dan energi, bidang transportasi dan bidang lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menentukan teknologi kunci dalam suatu produk menjadi faktor penting dalam pengembangan IA, agar tepat sasaran dan berdaya guna. BPPT sebagai salah satu lembaga pengkajian dan penerapan teknologi yang mempunyai peran mendorong pengembangaan IA. Kolaborasi Teknokrat dan tenaga ahli IA akan mempercepat proses penguasaan IA sesuai bidang teknologi yang dikembangkan dan pada akhirnya diharapkan dapat menguasai dunia.

Image

Tentang Penulis

Amos Lukas
Drs. Amos Lukas, MM merupakan personil Pusat Sistem Audit Teknologi dengan kelompok keahlian bidang Kimia Agroindustri. Saat ini beliau memiliki jabatan fungsional sebagai Peneliti Utama dengan fokus riset Kimia Agroindustri. Beliau aktif mempublikasikan kegiatan penelitian dan kajian dalam bentuk buku maupun paper.
, , ,