• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Technology Watch Series : Kereta DEMU di Dunia


Diesel Electric Multiple Unit (DEMU) dikenal di Indonesia dengan istilah Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE). DEMU adalah rangkaian kereta berpenggerak mandiri (tanpa lokomotif terpisah) dengan sumber penggerak mesin diesel, dimana tenaga gerak diteruskan ke roda melalui motor listrik. Sistem penggerak ini berbeda dengan Kereta Rel Diesel biasa (KRD) dimana tenaga gerak yang dihasilkan mesin diesel diteruskan ke roda dengan sistem ahidraulik atau mekanik. DEMU biasa digunakan pada jalur kereta yang tidak mempunyai sistem aliran listrik atas, baik untuk angkutan perkotaan, regional atau antar kota. Pada DEMU termutakhir, dengan menggunakan penggerak akhir berupa motor listrik, maka sistem kendali penggerak dapat dilakukan dengan sistem elektronik. Technology Watch kali ini mengulas beberapa kereta berjenis DEMU yang pernah dibuat didunia.

DEMU British Rail class 207

Pertama adalah DEMU British Rail class 207. Kereta ini termasuk DEMU generasi awal yang digunakan di dunia. DEMU ini dibuat oleh British Rail di workshopnya di Eastleigh pada tahun 1962. DEMU ini dioperasikan cukup lama mulai 1962 hingga 2004. Kecepatan maksimal yang dapat dicapai adalah 75 mph atau 120 km/jam. Penggeraknya adalah mesih diesel English Electric 4SRKT Mark II. Tenaga output yang dihasilkan adalah 450 kW. Sementara itu, tenaga gerak ditransmisikan ke roda dengan 2 motor listrik English electric EE507 (masing-masing 190 kW). DEMU ini beroperasi pada jalur standard gauge 1435 mm.

Gambar DEMU British Rail class 207 (Sumber: Wikipedia)

British Rail class 222

Kedua adalah DEMU British Rail clas 222. DEMU ini dibuat oleh Bombardier Transportation. BR class 222 ini diberi nama Meridians dan dioperasikan oleh East Midlands Railways di Inggris. Dibuat antara 2003 – 2005, BR class 222 masih dioperasikan hingga sekarang (2020). DEMU ini diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal 125 mph atau 200 km/jam pada jalur standard gauge selebar 1435 mm. DEMU ini dioperasikan dengan formasi 4, 5, atau 7 cars. Setiap car berpenggerak mesin diesel Cummin QSK19. Sedang output tenaga setiap car adalah 560 kW. Jarak tempuh dengan bahan bakar penuh adalah 1350 miles atau 2170 km (sekitar 3 kali jarak Jakarta – Surabaya).

Gambar British Rail class 222 (Sumber: Televic-rail)

Fast Light Intercity and Regional Train

Ketiga adalah FLRIT atau Fast Light Intercity and Regional Train). DEMU ini dibuat oleh Stadler Rail sejak 2004 dan masih diproduksi hingga sekarang (2020). DEMU ini diklaim mampu mencapai 160 km/jam pada jalur standard gauge 1435 mm. DEMU ini diproduksi juga dalam versi EMU, bi-mode MU dan DMU serta digunakan diberbagai negara Eropa, Amerika Utara dan Aljazair. Rangkaian FLIRT dapat terdiri dari 2 hingga 12 cars, dengan dua hingga enam motor (satu hingga tiga bogie berpenggerak). Output FLIRT adalah 1000 kW untuk setiap bogie berpenggerak. Pada operasi FLIRT DEMU di Texas (oleh TEXRail, untuk formasi 4 car articulated, digunakan 2 mesin diesel power pack Deutz 16L V8 dengan output 2x520 kW. Motor penggerak diletakkan pada 4 dari 12 bogie. Mesin diesel dan motor traksi diletakkan pada car khusus yang terpisah dengan kompertemen penumpang. Kecepatan maksimal untuk operasi di Teas ini hanya 130 km/jam.

Gambar Fast Light Intercity and Regional Train (Sumber: Railway Gazette)

British Rail class 800

Keempat adalah British Rail class 800. DEMU ini dibuat oleh Hitachi pada tahun 2014 hingga 2018. Dioperasikan oloeh Great Western Railway dan London North Eastern Railway, DEMU ini dapat dioperasikan secara bi-mode. Kecepatan maksimumnya adalah 200 km/jam pada jalur standard gauge 1435 mm. Penggerak DEMU ini disebut sebagai generator unit (GU). Untuk formasi 5 cars, digunakan 3 GU dan untuk 9 cars digunakan 5 GU. Setiap GU menggunakan mesin diesel power paack MTU 12V 1600 R80L dengan daya output 560 kW per mesin. Motor listrik yang digunakan mempunyai daya 120 kW per axle. DEMU ini dioperasikan sejak 2017 hingga sekarang (2020). Jarak operasi DEMU cukup jauh seperti Lonodon-Bristol sekitar 200 km. 

Gambar British Rail class 800 (Sumber: Railmagazine)

DEMU GV-E400 series

Kelima adalah DEMU GV-E400 series yang dibuat oleh Kawasaki Heavy industries sejak 2017 hingga sekarang (2020). Kecepatan maksimal DEMU in iadalah 100 km/jam pada jalur narrow gauge (1067 mm). Formasi rangkaian DEMU ini adalah 1 atau 2 car. Mesin diesel yang digunakan adalah Komatsu 15HZD-G. Power output adalah 340 kW per car. JR East mengoperasikan GV-E400 sejak 2019. Varian DEMU ini, disebut H100 series, dioperasikan JR Hokkaido sejak Maret 2020. Inilah lima jenis DEMU yang pernah/sedang dioperasikan di dunia. Teknologi ini menjadi alternatif kereta multiple unit moderen untuk dioperasikan pada jalur-jalur tanpa elektrifikasi. Potensi efisiensi energi dan fleksibilitas kendali propulsi membuat DEMU tampaknya akan menggantikan teknologi kereta-kereta penumpang yang ditarik lokomotif juga kereta Rel Diesel bertransmisi hidrolik atau mekanik.

 Gambar DEMU GV-E400 series (Sumber: Railnote)

Contoh Kasus

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia mengoperasikan DEMU sebagai kereta bandara dari Medan ke Kuala Namu. Kereta Bandara ini dibuat oleh Woojin-Korea pada tahun 2013 dan masih beroperasi hingga kini (2020). Selain itu, sejak 2017/18 terdapat studi untuk menggunakan DEMU sebagai kereta kereta semi cepat pada koridor Jakarta-Surabaya via Utara Jawa. Disebut-sebut kereta semi cepat ini diharapkan mampu mencapai 160 km/jam. Namun hingga akhir 2020 peremajaan jalur pada koridor tersebut masih belum diputuskan pemerintah.

Tentang Penulis

Kartiko Eko Putranto
Dipl.-Ing. Kartiko Eko Putranto., DEA, PhD merupakan personil Pusat Sistem Audit Teknologi dengan kelompok keahlian bidang Teknik Mesin. Beliau juga menjabat sebagai Auditor Teknologi Utama dan Asesor di Lembaga Sertifikasi Profesi bidang Audit Teknologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Beberapa paper internasional dengan topik strategi teknologi dan sistem propulsi menjadi konsentrasi penelitian beliau saat ini.

© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT