• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Laporan Total Factor Productivity Puna Male Kombatan

Tim kajian perhitungan Total Factor Productivity PUNA MALE Kombatan selama tahun 2020 telah melakukan perhitungan dan kajian dengan mengeluarkan beberapa output berupa hasil telaah koordinasi dengan flagship, penyampaian hasil ke institusi terkait serta dalam bentuk laporan kegiatan. Kegiatan Analisis Total Factor Productivity merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka menganalisis nilai Total Factor Productiity (TFP) kegiatan prioritas yang dilakukan oleh BPPT. Salah satu indikator yang menunjukan kontribusi teknologi dalam pertumbuhan ekonomi adalah Total Factor Productivity (TFP). TFP dipengaruhi oleh modal (kapital), tenaga kerja (labour) dan faktor lain seperti teknologi dan sebagainya. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi pertumbuhan modal, pertumbuhan tenaga kerja dan pertumbuhan teknologi.

Pada tahun 2020, dilakukan analisis TFP untuk kegiatan prioritas, termasuk: Pengembangan PUNA MALE (Drone). Kegiatan yang dilakukan meliputi : 1). survey dan wawancara ke pihak yang melakukan penelitian, pengkajian dan penerapan (litbangjirap), 2). Mitra industri yang menerapkan teknologi hasil inovasi, 4). Pengumpulan data BPS untuk sektor-sektor terkait sebagai benchmark. Kajian TFP PUNA (pesawat udara nir awak) MALE (medium altitute long endurance), akan bermanfaat dalam menggali (potensi) kontribusi teknologi dalam pertumbuhan sub-sektor terkait. Hasil analisis dapat dijadikan dasar pengembangan teknologi dan kebijakan nasional di bidang pertahanan keamanan seperti PUNA MALE ini. Sehingga peran teknologi pada setiap sub-sektor dalam pertumbuhan ekonomi nasional dapat ditingkatkan. Dari hasil kajian, TFP kegiatan Litbangjirap di BPPT dan PT DI 2018-2020 adalah rata-rata TFP Ratio 1,220 dan TFP Pertumbuhan 32,69 dengan kontribusi TFP terhadap pertumbuhan output sebesar 30,75%. Hasil perhitungan TFP sektor terkait PUNA MALE adalah KBLI 30 [Alat Angkut lainnya] sepanjang 2008-2017 adalah rata-rata TFP ratio 0,43; pertumbuhan rata-rata TFP 6,15; dan kontribusi TFP terhadap pertumbuhan output 65,28%. Sedangkan rata-rata TFP ratio Nasional (0,78); pertumbuhan TFP nasional (0,46); kontribusi pertumbuhan TFP Nasional (6,12%).

 

Sumber Ilustrasi Drs.Dedi Suhendri, M.Si

Dari perbandingan; TFP ratio kegiatan litbangjirap PUNA MALE (1,220) lebih besar dari TFP ratio KBLI 30 (0,43) atau TFP ratio Nasional (0,78). Pertumbuhan TFP litbangjirap (32,69) lebih tinggi dari pertumbuhan TFP KBLI 30 (6,15) atau pertumbuhan TFP nasional (0,46); Kontribusi pertumbuhan TFP litbangjirap (30,75%) lebih kecil dari kontribusi pertumbuhan TFP KBLI 30 (65,28%); tetapi lebih besar dari kontribusi pertumbuhan TFP Nasional (6,12%).

Dengan indikasi TFP yang tinggi dibandingkan rata-rata nilai nasional, kegiatan litbangjirap ini potensial untuk memberikan kontribusi ekonomi, sehingga pemerintah perlu memberikan dukungan dan insentif untuk segera bisa dihilirisasi. Potensi ini akan berperan nyata dalam ekonomi pada saat masuk tahapan produksi untuk produk komersial.

Group Leader Kegiatan Total Factor Productivity Puna Male Kombatan : Drs. Dedi Suhendri, M.Si


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT