• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Laporan Pemetaan Kontraksi Ekonomi pada Masyarakat Akibat Pandemi COVID-19

Tim kajian pemetaan kontraksi ekonomi masyarakat akibat pandemi COVID-19 selama tahun 2020 telah melakukan pemetaan dengan mengeluarkan beberapa output berupa webinar, penyampaian hasil ke institusi terkait serta dalam bentuk laporan kegiatan. Kegiatan yang dilaksanakan diuraikan dalam 2 (dua) Works Package (WP) sesuai dengan lingkup-nya yaitu WP1 tentang Penyusunan Perangkat Survei dan Pelaksanaan Survei. WP2 tentang Analisis dan Validasi. Tahapan pelaksanakan kajian dilakukan melalui proses pemahaman permasalahan melalui kajian literatur, survei, analisis hasil survei dan analisis kuantitatif lainnya.

Lokasi yang menjadi objek penyebaran kuesioner adalah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat dan masing-masing Provinsi ini dipilih tiga kabupaten/ kota. Pemilihan provinsi dan kabupaten/ kota ini berdasarkan tingkat paparan covid-19 pada masyarakat yang paling besar. Tools yang digunakan untuk pemilihan ini dengan menggunakan Tree Decission Expected Value (TEV). Untuk menganalisis dampak covid-19 pada masyarakat yang mengalami kontaksi ekonomi dengan menggunakan 4 (empat) dimensi/parameter pekerjaan, pendapatan, pengeluaran dan bantuan Pemerintah. Penentuan 4 (empat) dimensi/ parameter ini dengan menggunakan tools Tree Decission Expected Value (TEV).

Gambar Infografis responden

Ilustrasi oleh Mahi Ghiyast, S.E

 

 

 

No

 

Bidang

Kondisi

Rekomendasi

1.

Pengeluaran, Tabungan dan Pinjaman

1.   Persentase pengeluaran untuk masing-masing provinsi berbeda-beda untuk DKI Jakarta responden pengeluarannya tetap adalah terbesar, terjadi pada responden berpenghasilan tetap, sebanyak  41% respond, responden Jawa Barat mengalami peningkatan pengeluaran 35%, sedangkan untuk Jawa Timur seperti DKI Jakarta respon pengeluarannya tetap setelah pandemi yaitu sebesar 52%.

2.   Responden di DKI Jakarta sebanyak 80% mengalami kenaikan pengeluaran dan Jawa Barat sebanyak 97% penghasilannya menurun pengeluarannya meningkat. Sedangkan di Jawa Timur sebanyak 53% responden berpengsilan tetap pengeluarannya meningkat.

3.   Jenis pengeluaran terbesar dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur adalah pengeluaran untuk tagihan listrik dan biaya komunikasi atau internet. Biaya kedua dan ketiga dari masing-masing daerah suvei sama yaitu biaya pangan dan kesehatan.

4.   Jenis pengeluaran terbesar bagi responden terdampak untuk DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur sama yaitu tagihan listrik sebesar 39%, 47% dan 58% berturut-turut. Sedangakan tagihan kedua dan ketiga terbesar bagi responden terdampak berbeda-beda.

5.   Kondisi tabungan responden di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur berkurang setelah terjadinya pandemi covid-19 sebesar 81%, 76% dan 76% berturut-turut. Berkurangnya tabungan diperkirakan responden menggunakannya untuk kebutuhan sehari-sehari. Responden tidak/ beum menggunakan pinjaman untuk memenuhi kebutuhannya, karena pinjaman responden tidak bertambah setelah adanya pandemi covid-19.

6.   Akibat adanya pandemi covid-19 tabungan responden mengalami pengurangan akibat kondisi pendapatan mereka. Untuk DKI Jakarta sebanyak 54% reponden berpenghasilan tetap tabungannya berkurang. Responden di Jawa Barat ada 50% responden penghasilannya menurun tabungannya berkurang. Sedang di Jawa Timur ada sebanyak 48% responden berpenghasilan tetap tabungannya berkurang.

7.   Setelah terjadinya covid-19, responden di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur yang tidak mempunya pinjaman adalah prosentase paling besar. Nilai presentasenya berurut 44%, 44% dan 42% berturut-turut.

8.   Untuk responden yang pinjaman meningkat karena pendapatan mereka menurun Untuk DKI Jakarta ada 52% responden pinjamannya bertambah karena pendapat mereka turun. Untuk Jawa Barat ada 41% responden pendapatannya menurun mengakibatkan pinjamannya meningkat. Sedangkan di Jawa Timur ada 45% responden pendapatannya menurun mengakibatkan pinjamannya meningkat.

9.   Ada 16% responden di DKI Jakarta pinjamannya meningkat disebabkan oleh pengeluaran yang meningkat, untuk Jawa Barat ada 16% responden pinjamannya meningkat disebabkan pengeluarannya meningkat. Begitu juga di Jawa Timur ada 8% responden pinjamannnya meningkat karena pengeluarannya meningkat.

Bantuan sembilan bahan pokok.

Bantuan kesehatan, terutama bantuan untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19. Seperti bantuan vitamin, hand sanitizer

Bantuan keringan tagihan listrik dan pulsa untuk komunikasi dan internet terutama untuk pelajar dan mahasiswa

Bantuan tunai langsung kepada yang terkena dampak

 

 

2.

Pekerjaan

Jenis pekerjaan yang paling terdampak di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur berbeda-beda. Untuk DKI Jakarta yang besar adalah jasa sebesar 31,88%, Jawa Barat adalah kuliner sebesar 47% dan Jawa Timur adalah agroindustri sebesar 25%.

 

Pembukaan lapangan kerja padat karya

Memberi bantuan pelatihan kerja.

Memberi bantuan modal pada pengusaha.

Pemerintah membeli hasil pertanian dari masyarakat yang terdampak

Pemerintah menggalakkan gerakan mencintai dan menggunakan produk dalam negeri

Memberikan bantuan alat kepada UMKM dengan kriteria tertentu

Menumbuhkan dan menstimulasi wirausaha baru dengan memetakan potensi sumberdaya alam dalam negeri

3

Pendapatan

1.   Pendapatan pengusaha di daaerah survei setelah terjadinya pandemi covid-19 beralih ke online mengalami penurunan, DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 55%, Jawa Barat 44% dan Jawa Timur 52%.

2.   Pengusaha yang memang sejak awal bisnisnya adalah online dan setelah adanya pandemi covid-19 tetap bertahan di online yang mengalami penurunan pendapatan untuk DKI Jakarta sebesar 49%, Jawa Barat sebesar 36% dan Jawa Timur sebesar 44%.

3.   Jenis usaha di daerah survei yang penurunannya paling besar kuliner dan jasa. DKI Jakarta untuk kuliner, yang turun pendapatannya sebesar 59% dan untuk jasa, yang turun pendapatannya sebesar 57%. Jawa Barat untuk kuliner yang turun pendapatannya sebesar 54% dan untuk jasa yang turun pendapatannya sebesar 42%. Jawa Timur untuk kuliner yang turun pendapatannya sebesar 50% dan untuk jasa yang turun pendapatannya sebesar 47%.

4.   Jenis usaha yang tidak terdampak pandemi covid-19 di Jakarta jenis usaha Properti, Jawa Barat  adalah jenis usaha agribisnis dan Jawa Timur adalah jenis usaha retail dan agribisnis.

Memberi bimbingan secara online pada pengusaha untuk membuka bisnis secara online, contohnya memasarkan produk

Memberikan bantuan kepada pengusaha online berupa modal agar bisa membuka bisnis secara online.

Pemerintah berkomitmen untuk membantu memasarkan produk-produk dalam negeri untuk pangsa ekspor, digawangi oleh kementerian perdagangan

4

Bantuan

1.   Sejak adanya covid-19, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat atau Daerah  masih banyak. Untuk DKI Jakarta sebesar 51,59%, Jawa Barat 76% dn Jawa Timur sebesar 68,62%.

2.   Sasaran bantuan yang diberikan lebih banyak diberikan kepada responden yang pekerjaanya tidak berdampak. Untuk DKI Jakarta sebesar 71%, Jawa Barat 70% dan Jawa Barat 88%.

 

 

Dilakukan pendataan yang lebih akurat agar bantuan lebih tepat sasaran

Bantuan sembako yang disalurkan perlu diaudit secara periodik sehingga memang yang layak untuk dikonsumsi

 

 

 


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT