• (021) 75791390
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Diskusi Hilirisasi Alat Deteksi Covid-19 GeNose C-19

Pada awal bulan April 2021, Tim Pusat Sistem Audit Teknologi BPPT melakukan kunjungan ke Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM. Tujuan kunjungan ke UGM adalah untuk berdiskusi dan menimba ilmu serta pengalaman hilirisasi alat deteksi Covid-19 yang telah sukses dilakukan oleh UGM. Harapannya, melalui kunjungan ini diperoleh suatu simpulan dan strategi patok banding untuk dapat diimplementasikan pada pengembangan alat dan sarana kesehatan BPPT. Pelaksanaan kunjungan ini, PSAT BPPT diwakili oleh Dr.Eng Yustiar Gunawan, M.Eng, Evy Rusmanida, M.Si, Mahi Ghiyast, S.E serta Anisa Hermawati, S.Kom.

Tim Pusat Sistem Audit Teknologi selama di UGM bertemu langsung dengan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa GeNose sudah dikembangkan sejak tahun 2008. Awalnya GeNose dikembangkan untuk mengetahui kualifikasi kopi kuantitas 1, 2 atau 3. Selain kopi juga untuk kualifikasi teh yang kemudian dikembangkan lagi untuk mendeteksi gelatin babi atau non babi.

Prof. Kuwat yang berasal dari Fakultas MIPA dibantu oleh Fakultas Kedokteran UGM dalam pengembangan GeNose C-19. Proses hilirisasi produk GeNose dibawah pengawasan PUI (Pengembangan Usaha dan Inkubasi) UGM. PUI membantu dalam administrasi dan anggaran penelitian sehingga para peneliti dapat fokus terhadap produk inovasinya. Dan kunci keberhasilan produk inovasi adalah komitmen dari internal baik dari peneliti maupun pendukungnya seperti PUI. Riset yang baik didasari dari kemampuan bersama untuk menghasilkan produk yang benar.

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara, TNI AD, dan pihak swasta antara lain PT Hikari, PT YPTI, PT Stechoq, PT Nanosense Instrument, dan PT Swayasa Prakarsa untuk mengembangkan alat deteksi COVID-19 GeNose. Hambatan awal yang dihadapi peneliti adalah tidak adanya mitra karena belum percaya akan kemampuan GeNose dan kurangnya stok bahan baku saat diproduksi. Namun saat ini sudah memiliki kemampuan kapasitas produksi 200-300 per hari dengan dukungan 4 (empat) perusahaan yang membantu produksi GeNose yang keempatnya diintegrasikan di UGM STP (UGM Science Techno Park).

GeNose mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC). VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke kantung plastik khusus. Kemudian kantung plastik khusus tersebut dipasangkan ke alat GeNose lalu sensor-sensor dalam GeNose akan bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil. Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Pusat Sistem Audit Teknologi - BPPT